Pendahuluan: Sebuah Perenungan Usia
Menulis tentang istiqomah menjadi sebuah bentuk literasi saat saya memasuki usia mendekati 50 tahun. Jika dihitung berdasarkan penanggalan Hijriah, usia saya sebenarnya sudah melampaui 50 tahun. Melihat banyak rekan seusia yang telah berpulang ke Rahmatullah, muncul perenungan mendalam bahwa kematian adalah sebuah kepastian.
Pertanyaan besarnya adalah: bagaimana agar kita mendapatkan kematian dalam keadaan khusnul khotimah?. Mengingat perkataan Hujjatul Islam, Abu Hamid Al-Ghazali:
"Orang yang melewati usia 40 tahun, dan kebaikannya tidak melebihi keburukannya, hendaklah ia menyiapkan diri untuk neraka."
Meraih Khusnul Khotimah Melalui Istiqomah
Cita-cita terbesar setiap Muslim adalah mati dalam keadaan khusnul khotimah. Seseorang dikatakan sukses dalam hidupnya jika ia berhasil mencapai akhir yang baik tersebut. Salah satu doa populer yang sering dipanjatkan untuk memohon ketetapan iman adalah: “Wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan (Allah), matikanlah kami dalam agama Islam.”
Untuk meraih kematian yang mulia ini, kita wajib menjalankan hidup dengan Istiqomah.
Apa itu Istiqomah?
Secara sederhana, istiqomah adalah senantiasa konsisten dalam ketaatan kepada Allah. Para sahabat Nabi Muhammad SAW memberikan definisi yang memperdalam makna tersebut:
Dapat disimpulkan bahwa istiqomah adalah keteguhan hati untuk tetap konsisten dalam ketaatan, menjalankan perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya.
Buah dan Keutamaan Istiqomah
Seseorang yang beristiqomah akan mendapatkan anugerah luar biasa dari Allah SWT, di antaranya:
Istiqomah dalam Aspek Sosial
Istiqomah tidak hanya terbatas pada ritual ibadah, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial. Individu yang konsisten dalam kebaikan akan mendapatkan pengakuan sosial sebagai orang baik dengan sendirinya.
Hal ini terbukti bahkan pada tokoh dunia di luar Islam yang diakui secara internasional karena konsistensi mereka dalam kemanusiaan, seperti Mother Teresa, Dalai Lama, dan Nelson Mandela.
Penutup
Imam Ad-Dagog pernah berpesan: "Istiqomah lebih baik daripada seribu karamah.". Sebagai manusia, kita tidak perlu sibuk mengejar karomah (kemuliaan atau kesaktian), karena yang Tuhan harapkan dari kita adalah tetap istiqomah. Mari kita berupaya menjadi manusia berkualitas dan umat terbaik yang dibanggakan oleh Allah dan Rasul-Nya melalui jalan istiqomah.
Sebelum kita mengetahui bagaimana cara...
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh...
Setiap orang mendambakan hidup yang...
Pendahuluan: Sebuah Perenungan Usia
Menulis tentang...
Titik Terendah dalam Kehidupan terkadang...